Sabtu, 22 Januari 2011

RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF DALAM PENDIDIKAN


RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF
DALAM PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu bagian penting dalam kegiatan penelitian adalah menyusun rancangan mengenai penelitian yang akan dilakukan. Ini merupakan bagian yang integral dari tahapan-tahapan dalam rangkaian proses penelitian. Mengikuti pendapat Bailey (1982), menyusun rancangan merupakan tahapan kedua dari lima tahapan penting dalam proses penelitian, yakni: memilih masalah (dan merumuskan hipotesis, jika penelitian itu menggunakan pendekatan kuantitatif), menyusun rancangan penelitian, melakukan pengumpulan data, membuat kode dan analisis data dan melakukan inteprestasi data.
Sebuah rancangan akan memberikan gambaran awal yang jelas dan terarah kepada peneliti tentang proses kegiatan penelitian. Sebagai gambaran awal, rancangan penelitian diharapkan dapat menjadi semacam acuan bagi peneliti untuk memasuki tahapan-tahapan penelitian selanjutnya. Dalam rancangan penelitian kualitatif (qualitative approach), penelitian ini dimaksudkan untuk meneliti proses pendidikan baik dalam lingkup intern maupun ekstern sekolah. Rancangan penelitian kualitatif ini berbeda dengan kuantitatif, penelitian ini bersifat luwes, tidak terlalu rinci, tidak lazim mendefinisikan suatu konsep, serta memberikan kemungkinan bagi perubahan-perubahan manakala ditemukan fakta yang lebih mendasar, menarik, dan unik bermakna dilapangan.
Sebagai bahan acuan makalah ini, kami akan memberikan tiga bahasan, yaitu; pertama: pengertian penelitian; kedua: tujuan penelitian kualitatif dalam pendidikan; ketiga: bentuk-bentuk rancangan kualitatif; dan yang keempat: format penelitian kualitatif. Ketiga bahasan ini merupakan bentuk rancangan kualitatif dalam pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Penelitian
Penelitian berasal dari bahasa inggris research (re: kembali, dan search: mencari), dengan demikian research berarti mencari kembali. Sehingga, penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta-fakta tau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikan tingkat ilmu dan teknologi.[1]
Sedangkan penelitian kualitatif menurut Jane Richie, adalah upaya untuk menyajikan dunia sosial, dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, prilaku, persepsi, dan persoalan tentang manusia yang diteliti.[2]
Penelitian kualitatif ini dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya dapat berupa penelitian tentang kehidupan, riwayat dan perilaku seseorang, peranan organisasi pergerakan nasional, atau hubungan timbal balik.[3]
Dalam penelitian tidak lepas dari rancangan, tetapi pada rancangan penelitian kualitatif dalam pendidikan, penelitiannya bersifat sementara karena ketika penelitian berlangsung, peneliti secara terus menerus menyesuaikan rancangan tersebut dengan proses penelitian dan kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di dalam dunia pendidikan. Jadi berbeda dengan proses penelitian kuantitatif yang disusun secara ketat dan kaku sebelum penelitian dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena:
1.      Peneliti kualitatif belum dapat membayangkan sebelumnya tentang kenyataan-kenyataan yang akan dijumpai di lapangan;
2.      Peneliti belum dapat meramalkan sebelumnya tentang perubahan yang terjadi ketika terjadi interaksi antara peneliti dan kenyataan yang diteliti;
3.      Bermacam-macam sistem nilai yang terkait berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan.[4]

B.     Tujuan Penggunaan Penelitian Kualitatif
Sesuai dengan hakikat penelitian kualitatif, maka penggunaan penelitian dalam pendidikan bertujuan untuk:
1.      Mendeskripsikan suatu proses kegiatan pendidikan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukan kekurangan dan kelemahan pendidikan, sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaanya;
2.      Menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa pendidikan yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya dalam konteks ruang dan waktu serta situasi lingkungan pendidikan secara alami;
3.      Menyusun hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pendidikan berdasarkan data dan informasi yang terjadi di lapangan (induktif) untuk dilakukan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan kuantitatif.[5]

C.    Bentuk-bentuk Rancangan Penelitian Kualitatif
1.      Grounded Theory (Teoretisasi Data)
Rancangan teori grounded merupakan prosedur penelitian kualitatif yang sistematik, dimana peneliti melakukan generalisasi satu teori yang menerangkan konsep, proses, tindakan, atau interaksi mengenai suatu topik pada level konseptual yang luas. Tujuan grounded theory yaitu untuk menentukan kondisi yang memunculkan sejumlah tindakan/interaksi yang berhubungan dengan suatu fenomena dan akibatnya.[6]
Dalam dunia pendidikan teori ini digunakan untuk meneliti bagaimana proses kegiatan pengajaran, proses bimbingan, pengelolaan kelas/manajemen kelas, dan bagaimana hubungan antara guru dan siswa di sekolah.
2.      Rancangan Penelitian Etnografik
Rancangan penelitian etnografik merupakan prosedur penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan, menganalisa, dan menginterprestasi pola prilaku, kepercayaan, dan bahasa bersama dari sekelompok budaya yang berkembang pada seluruh waktu. Dalam lingkungan pendidikan penelitian ini dirancang untuk meneliti tentang bagaimana kurikulum yang diterapkan, serta metode apa yang digunakan guru untuk mengajar.
3.      Rancangan Penelitian Naratif
Dalam rancangan ini, seorang peneliti mendeskripsikan kehidupan individual, mengumpulkan dan menceritakan informasi tentang kehidupan individu-individu, serta melaporkannya secara naratif tentang pengalaman-pengalaman mereka. Dalam bidang pendidikan misalnya, meneliti bagaimana perkembangan psikososial anak didik serta aktifitas-aktifitasnya baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
4.      Rancangan Study Kasus
Penelitian dalam rancangan study kasus dilakukan untuk memperoleh pengertian yang mendalam mengenai situasi dan makna sesuatu/subyek yang diteliti. Penelitian ini lebih mementingkan proses dari pada hasil, lebih mementingkan konteks dari pada suatu variabel khusus, lebih ditunjukan untuk menemukan sesuatu dari pada kebutuhan konfirmasi.
Penelitian ini menganalisa bagaimana keadaan individu peserta didik, dalam persoalan sosialnya maupun pola kehidupannya baik dalam hal pergaulan maupun sikap di dalam masyarakat.
5.      Rancangan Metode Campuran
Dalam penelitian metode campuran, peneliti mengkombinasikan data kuantitatif dengan data kualitatif, yaitu untuk menerangkan dan mengeksplor problem penelitian dengan cara terbaik. Rancangan metode ini merupakan prosedur untuk mengumpulkan data kuantitatif dan data kualitatif dalam satu penelitian tunggal, dan untuk menganalisa dan melaporkan data ini berdasarkan prioritas, sekuensi, dan level integrasi informasi.
Biasanya rancangan ini ditujukan dalam pengisian hasil studi/nilai akhir sekolah, menganalisis nilai siswa, serta untuk menentukan pengembangan diri masing-masing siswa selama mengkuti pembelajaran.
6.      Rancangan Penelitian Tindakan (Action Research)
Penelitian ini memanfaatkan data kuantitatif dengan data kualitatif seperti metode campuran, akan tetapi fokusnya lebih merupakan terapan. Tujuan penelitian ini dalam dunia pendidikan adalah untuk meningkatkan praktek pendidikan dan pengajaran dimana guru melaksanakannya berkaitan dengan problem yang mereka hadapi dalam setting sekolah. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran rancangan penelitian tindakan merupakan prosedur sistematik yang dipakai oleh guru (atau peneliti) untuk mengumpulkan data kuantitatif dan atau data kualitatif tentang cara-cara mereka bekerja, bagaimana mereka mengajar, dan bagaimana baiknya siswa belajar.[7]     

D.    Format Rancangan Penelitian Kualitatif
Dalam konteks pendekatan kualitatif, elemen dan unsur-unsur utama sebagai isi (content) dari rancangan penelitian dalam pendidikan pada umumnya adalah: konteks penelitian (latar belakang masalah); fokus kajian atau pokok persoalan yang hendak diteliti; tujuan penelitian; ruang lingkup dan setting penelitian (latar alamiah penelitian itu dilakukan); perspektif teoritik (fenomena sosial) dan kajian pustaka; serta metode yang digunakan.
Adapun format rancangan penelitian kualitatif ada beberapa versi, akan tetapi format di sini sebagai modifikasi, sehingga mudah diaplikasikan. Sistematikannya adalah sebagai berikut:
·      Judul
·      Konteks Penelitian
·      Fokus Kajian
·      Tujuan Penelitian
·      Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
·      Perspektif Teoritik dan Kajian Pustaka
·      Metode Penelitian
-          Pendekatan
-          Unit Analisis
-          Pengumpulan dan Analisis Data
-          Keabsahan data
·      Jadwal kegiatan penelitian
·      Anggaran Penelitian
·      Daftar Kepustakaan[8]

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Penelitian kualitatif menurut merupakan upaya untuk menyajikan dunia sosial, dan perspektifnya di dalam dunia, dari segi konsep, prilaku, persepsi, dan persoalan tentang manusia yang diteliti. Misalkan dapat berupa penelitian tentang kehidupan, riwayat dan perilaku seseorang. Rancangan penelitian kualitatif dalam pendidikan penelitiannya bersifat sementara, karena ketika penelitian berlangsung, peneliti secara terus menerus menyesuaikan rancangan tersebut dengan proses penelitian dan kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di dalam dunia pendidikan.
Bentuk-bentuk rancangan penelitian kualitatif antara lain grounded theory, penelitian etnografik, penelitian naratif, Rancangan Study Kasus, Metode Campuran, dan Rancangan Penelitian Tindakan (Action Research). Sedangkan konteks pendekatan kualitatif, elemen dan unsur-unsur utama sebagai isi rancangan penelitian dalam pendidikan adalah konteks penelitian, fokus kajian, tujuan penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, perspektif teoritik dan kajian pustaka, dan metode yang digunakan.

B.     Penutup
Demikian uraian yang telah kami paparkan, melalui makalah ini penulis menjelaskan dan menguraikan bahwa dalam rancangan penelitian dalam pendidikan tidak terlepas dari sebuah konsep, metode maupun format yang harus dibuat, karena pada dasarnya penelitian ini memberikan kemungkinan bagi perubahan-perubahan manakala ditemukan fakta yang lebih mendasar. Demikian, apabila dalam penulisan ini masih banyak kekurangan, kami mohon kritik dan saran dari pembaca.


DAFTAR PUSTAKA

Alsa, Asmadi, 2007, Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bungin, Burhan, 2003, Analisis Data Penelitian Kualitatif, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hadi, Amirul dan Haryono, 2005, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: CV. Pustaka Setia.
Moleong, Lexy J, 2009, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Strauss, Anselm dan Corbin, Juliet, 2007, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar


[1] Drs. Amirul Hadi, Drs. Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2005, hlm 39.
[2] Prof. Dr. Lexy J. Moleong, M.A. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009, hlm 6.
[3] Anselm Strauss dan Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007, hlm. 4
[4] Asmadi Alsa, Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007, hlm 52
[5] Drs. Amirul Hadi, Drs. Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2005, hlm 19-20.
[6] Anselm Strauss dan Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007, hlm. 290
[7] Asmadi Alsa, Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007, hlm 56
[8] Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2003, hlm 47-48.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar